ESSAY
“Manajemen Keuangan Pribadi”
Makalah ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
"Media Konseling"
Dosen Pengampu: Galih Fajar S.Pd M.PD.
Disusun Oleh :
Egita Fiantri (181221221)
JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM
FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA
2020
Manajemen Keuangan Pribadi
Manajemen keuangan pribadi sangatlah penting dalam mendukung terwujudnya tujuan-tujuan individu. Dengan melakukan pengelolaan terhadap keuangan pribadi, maka tiap individu tahu akan tujuan yang ingin dicapai, dan memanfaatkan pengelolaan sumber daya keuangan secara ideal untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan mengoptimalkan pengelolaan keuangan pribadi, maka individu secara bertanggung jawab mampu merencanakan dan mewujudkan masa depannya. Sikap konsumtif yang tinggi akhir-akhir ini di kalangan mahasiswa dan generasi muda lainnya, menyebabkan pengelolaan keuangan menjadi sesuatu yang tidak mudah. Selain dari sikap tersebut, beberapa penelitian juga menunjukan bahwa generasi muda banyak yang belum memiliki pengetahuan akan pengelolaan keuangan. Jika generasi muda belum memiliki pengetahuan akan mengelola keuangan pribadi, maka mereka tidak dapat merencanakan dan mengendalikan penggunaan uang untuk pencapain tujuan individu mereka kebanyakan pengelolaan keuangan dilakukan ketika generasi muda mulai bekerja dan atau berkeluarga, padahal pengelolaan keuangan harus sudah dapat dilakukan pada saat mereka sedang berkuliah. Walaupun sumber keuangan masih berasal dari orang tua, donatur atau pemberi beasiswa, namun jika dikelola dengan baik dan ideal, maka jumlah ostensible uang yang diterima tiap bulan dapat juga dimanfaatkan untuk investasi masa depan. Tulisan ini dibuat dengan tujuan untuk membantu generasi muda mencoba mengetahui dan memahami manajemen keuangan pribadi dan melaksanakannya.
Apa Itu Manajemen Keuangan Pribadi? Menurut Giltman (2002), manajemen keuangan pribadi merupakan seni dan ilmu mengelola sumber daya keuangan dari unit individu. Dengan demikian, manajemen keuangan pribadi mencakup dua unsur yakni pengetahuan akan keuangan dan seni dalam mengelola. Mengapa seni dalam mengelola itu menjadi sesuatu yang juga penting? Karena kegiatan mengelola (pengelolaan) membutuhkan kedisiplinan dan menentukan prioritas yang berasal dari pengontrolan diri. Pengontrolan diri akan membantu anda untuk tetap bertahan pada prinsip manajemen, yakni efesiensi dan efektifitas. Efesiensi, yakni menggunakan sumber-sumber dana secara optimal untuk pencapaian tujuan manajemen keuangan pribadi. Sedangkan efektifitas merujuk pada manajemen keuangan pribadi menuju pada tujuan yang tepat.
Hal ini didasari alasan bahwa segala sesuatu diawali dari kepala. Maksudnya adalah berpikir dahulu baru bertindak. Pengelolaan keuangan pribadi juga menunut adanya pola hidup yang memiliki prioritas. Nalarnya adalah kekuatan dari prioritas (the power of priority) berpengaruh juga pada tingkat kedisiplinan seseorang ketika mengelola uangnnya (Benson 2004). Membahas tentang kedisiplinan yang merupakan kesadaran diri untuk mematuhi aturan serta kemampuan diri untuk menyesuaikan dirinya dengan perubahan, maka secara eksplisit telah menyentuh kontrol diri (self control). Hal ini berpijak pada alasan bahwa sukses atau tidaknya seseorang juga salah satunya turut dipengaruhi oleh Kontrol diri (Tangney, Baumeister & Boone 2004).
Menurut Warsono (2010), mengelola keuangan pribadi dapat dilihat dari empat ranah yaitu: Penggunaan dana Dari mana pun sumber dana yang dimiliki, yang menjadi persoalan adalah bagaimana cara mengalokasikan dana (penggunaan dana) tersebut untuk memenuhi kebutuhan secara tepat. Pengalokasian dana haruslah berdasarkan prioritas. Skala prioritas dibuat berdasarkan kebutuhan yang anda perlukan, namun harus memperhatikan presentase sehingga penggunaan dana tidak habis digunakan untuk konsumsi sehari-hari saja. Presentasi pengalokasian dana yakni dana 50% kebutuhan dasar, 30% untuk investasi, dan 20% untuk keinginan. Penentuan sumber dana Seseorang harus mampu mengetahui dan menentukan sumber dana. Sumber-sumber dana dapat berasal dari orang tua, donatur maupun beasiswa. Selain itu seseorang juga dapat menentukan sumber dananya sendiri. Sumber dana dapat juga diciptakan dari berbagai usaha. Dengan mampu menentukan sumber dana, maka seseorang mengetahui dan mencari sumber dana alternatif lain sebagai sumber pemasukan keuangan untuk dikelola. Manajemen resiko. Selanjutnya seseorang juga haruslah memiliki proteksi yang baik untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak tertuga. Kejadian-kejadian tidak terduga itu seperti sakit, kebutuhan mendesak dan lainnya.
Hal yang sering dilakukan dalam melakukan proteksi tersebut adalah dengan mengikuti asuransi. Yang dimaksud dengan manajemen resiko adalah pengelolaan terhadap kemungkinan-kemungkinan resiko yang akan dihadapi. Perencanaan masa depan Masa depan merupakan hal yang akan dituju oleh setiap orang, untuk itu dibutuhkan suatu rencana yang matang dalam keuangan dalam menyongsong saat tersebut. Dengan merencanakan masa depan, maka anda juga menganalisa kebutuhan-kebutuhan dimasa depan, sehingga anda dapat menyiapkan investasi dari saat ini.
Dalam menjalani kehidupan, kebahagiaan tidak selalu harus dicapai melalui nilai kekayaan yang besar, karier yang sangat tinggi, dan sebagainya, tetapi sebenarnya kebahagiaan dapat dicapai melalui penerimaan atas keadaan yang ada. Dengan memahami dan melaksanakan manajemen keuangan pribadi, maka kita telah mengetahui tujuan tertinggi dan bagaimana mencapainya. Pengelolaan keuangan pribadi sangat membantu untuk menjalani aktivitas secara terencana secara finansial.
Referensi :
Gitman, L. 2004. Principle of Finance, (11th ed).(2002). Prentice Hall, New Jersey
Tangney, J.P., Baumeister, R.F., & Boone, A.L. (2004). High self control predicted good adjustment, less pathology, better grade, and interpersonal success. Journal of Personality, 72(2), 271-324.
Warsono. 2010. “Prinsip-Prinsip dan Praktik keuangan Pribadi”. Journal of Science, volume 13 Nomor 2 Juli-Desember 2010
